INM-1
Kepatuhan kebersihan tangan
Analisa
Indikator ini meningkat dari 80,32% pada Triwulan I menjadi 89,81% pada Triwulan II dan telah melampaui target nasional sebesar minimal 85%.
Grafik untuk INM-1
Laporan mutu triwulan II tahun 2026 RSK Bedah Lira Medika Bali sebagai bagian dari komitmen rumah sakit terhadap transparansi, akuntabilitas, dan keselamatan pasien.
Seluruh indikator mutu yang dipublikasikan telah melalui proses pengukuran, monitoring, evaluasi, dan validasi oleh unit terkait sesuai standar manajemen mutu rumah sakit. Publikasi ini menjadi sarana informasi bagi pasien, keluarga, mitra, dan pemangku kepentingan dalam melihat upaya peningkatan mutu pelayanan yang dilakukan secara berkesinambungan.
Periode Laporan
Triwulan II 2026
Jumlah Indikator
13 Indikator
Indikator Tercapai
9/11
Dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien, RSK Bedah Lira Medika Bali secara berkesinambungan melakukan pengukuran dan evaluasi terhadap Indikator Nasional Mutu (INM) sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Berdasarkan hasil pengukuran periode Triwulan II Tahun 2026 (April sampai Juni 2026), sebagian besar indikator mutu telah mencapai target yang ditetapkan dan beberapa indikator menunjukkan peningkatan dibandingkan capaian Triwulan I Tahun 2026.
Hasil pengukuran ini menjadi dasar bagi rumah sakit untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi pelayanan yang aman, bermutu, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien.
Tabel berikut merangkum capaian setiap indikator pada April, Mei, dan Juni 2026 beserta rata-rata triwulan dan status pencapaian terhadap standar nasional.
| Kode | Indikator | Standar | Apr 2026 | Mei 2026 | Jun 2026 | Rata-rata |
|---|---|---|---|---|---|---|
| INM-1 | Kepatuhan kebersihan tangan | >= 85% | 86% | 91.27% | 91.98% | 89.81% |
| INM-2 | Kepatuhan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) | 100% | 87.19% | 92.08% | 93.07% | 90.78% |
| INM-3 | Kepatuhan identifikasi pasien | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% |
| INM-4 | Waktu tanggap operasi sectio sesarea | >= 80% | NA | NA | NA | NA |
| INM-5 | Waktu tunggu rawat jalan | >= 80% | 99% | 100% | 100% | 99.77% |
| INM-6 | Penundaan operasi elektif | <= 5% | 12.5% | 0% | 0% | 4.17% |
| INM-7 | Kepatuhan waktu visite dokter | >= 80% | 75.4% | 83.95% | 69.7% | 76.35% |
| INM-8 | Pelaporan hasil kritis laboratorium | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% |
| INM-9 | Kepatuhan penggunaan formularium nasional | >= 80% | 99.4% | 99.4% | 99.4% | 99.4% |
| INM-10 | Kepatuhan terhadap alur klinis (Clinical Pathway) | 100% | NA | NA | NA | NA |
| INM-11 | Kepatuhan upaya pencegahan risiko pasien jatuh | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% |
| INM-12 | Kecepatan waktu tanggap komplain | >= 80% | 92.59% | 94.12% | 100% | 95.57% |
| INM-13 | Kepuasan pasien | >= 76.61 | 85.19 | 87.5 | 91.56 | 88.08 |
Ringkasan di bawah ini disusun berdasarkan narasi capaian Triwulan II Tahun 2026 dan dikelompokkan menurut indikator, analisa, rekomendasi, serta catatan khusus bila ada.
INM-1
Analisa
Indikator ini meningkat dari 80,32% pada Triwulan I menjadi 89,81% pada Triwulan II dan telah melampaui target nasional sebesar minimal 85%.
Grafik untuk INM-1
INM-2
Analisa
Capaian meningkat dari 82,88% pada Triwulan I menjadi 90,78% pada Triwulan II. Meskipun belum mencapai target ideal 100%, tren perbaikan menunjukkan peningkatan kepatuhan petugas dalam menerapkan prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi serta keselamatan kerja.
Grafik untuk INM-2
INM-3
Analisa
Capaian Kepatuhan Identifikasi Pasien pada Triwulan II Tahun 2026 konsisten sebesar 100% dan memenuhi target yang telah ditetapkan.
Grafik untuk INM-3
INM-4
Catatan
Tidak berlaku karena pada periode April hingga Juni 2026 tidak terdapat data pelayanan yang dapat dinilai untuk indikator ini.
INM-5
Analisa
Waktu Tunggu Rawat Jalan mencapai rata-rata 99,77% dan melebihi standar minimal yang ditetapkan.
Grafik untuk INM-5
INM-6
Analisa
Indikator ini menunjukkan perbaikan sangat signifikan. Pada Triwulan I capaian sebesar 23,81%, sedangkan pada Triwulan II menurun menjadi 4,17% sehingga telah memenuhi target nasional kurang dari atau sama dengan 5%.
Rekomendasi
Pertahankan koordinasi antarunit dalam persiapan pasien, kesiapan ruang operasi, dan ketersediaan sumber daya pendukung pelayanan bedah.
Grafik untuk INM-6
INM-7
Analisa
Terjadi penurunan capaian dari 83,44% pada Triwulan I menjadi 76,35% pada Triwulan II sehingga belum mencapai target minimal 80%. Hasil evaluasi menunjukkan keterlambatan visite masih dipengaruhi oleh padatnya jadwal praktik dokter, pelaksanaan tindakan operasi, serta kendala koordinasi pada beberapa unit pelayanan.
Rekomendasi
Rumah sakit menetapkan rencana perbaikan melalui penguatan monitoring jadwal visite, optimalisasi komunikasi antara DPJP dan unit perawatan, serta evaluasi berkala terhadap kepatuhan visite dokter.
Grafik untuk INM-7
INM-8
Analisa
Capaian sebesar 100% menunjukkan bahwa seluruh hasil pemeriksaan laboratorium kategori nilai kritis telah dilaporkan kepada dokter penanggung jawab pasien atau petugas berwenang sesuai standar waktu yang ditetapkan. Hal ini menegaskan komitmen rumah sakit dalam mendukung keselamatan pasien melalui komunikasi hasil pemeriksaan yang cepat, tepat, dan efektif.
Grafik untuk INM-8
INM-9
Analisa
Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional mencapai 99,40% dan tetap berada di atas target minimal 80%.
Grafik untuk INM-9
INM-10
Catatan
Tidak berlaku karena pada Triwulan II Tahun 2026 tidak terdapat kasus yang dapat dinilai untuk indikator Clinical Pathway.
INM-11
Analisa
Kepatuhan upaya pencegahan risiko pasien jatuh pada Triwulan II Tahun 2026 konsisten sebesar 100% dan sesuai dengan target.
Grafik untuk INM-11
INM-12
Analisa
Kecepatan waktu tanggap komplain mencapai 95,57% dan melampaui target minimal 80%.
Grafik untuk INM-12
INM-13
Analisa
Indeks kepuasan pasien pada Triwulan II mencapai 88,08 dan tetap berada di atas standar nasional minimal 76,61, meskipun sedikit menurun dibandingkan Triwulan I yang mencapai 92,22.
Grafik untuk INM-13
Catatan
Hasil survei ini menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, komunikasi, dan pengalaman pasien selama menerima pelayanan.