
Tips Bertahan dari Bali Belly: Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan untuk Setiap Perjalanan
Banyak wisatawan akhirnya menghabiskan liburan impian mereka di dalam kamar hotel di Bali. Bukan karena layanan kamar, melainkan karena Bali belly. Kami akan membantu Anda memahami gejala Bali belly, pengobatan yang paling aman, dan cara mencegahnya selama perjalanan Anda.
Apa Itu Bali Belly?
Bali belly adalah sebutan untuk diare wisatawan yang muncul selama perjalanan ke Bali. Penyebab utamanya biasanya makanan dan air yang terkontaminasi. Bakteri menyebabkan sebagian besar kasus, sedangkan sisanya disebabkan oleh virus. Selain itu, tingkat stres yang tinggi dan perubahan pola makan yang mendadak dapat mengganggu perut Anda.
Diare dan gastroenteritis menyumbang 26% kasus dan menjadi keluhan yang paling sering ditemukan dalam penelitian terhadap wisatawan Australia yang sakit sepulang dari Bali selama 5 tahun masa studi. Kebersihan yang buruk di restoran setempat dan kesenjangan sanitasi kemungkinan menjadi penyebab risikonya. Penelitian menunjukkan bahwa wisatawan yang menaati aturan makan pun masih bisa jatuh sakit.
Gejala Bali Belly yang Perlu Diwaspadai
Gejala biasanya muncul tiba-tiba ketika Anda terkena Bali belly. Berikut tanda-tanda yang umum.
- Kram di area perut
- Demam
- Mual atau muntah
- Tinja cair tiga kali atau lebih dalam sehari
- Dorongan mendesak untuk buang air besar
Bagi sebagian besar wisatawan, gejala ini dapat membaik dalam 1-2 hari dan hilang dalam seminggu.
Pengobatan Bali Belly di Rumah
Kita mengganti garam dan cairan yang hilang untuk memulai pengobatan Bali belly dengan langkah-langkah berikut, yang telah membantu pemulihan sebagian besar orang dewasa yang sehat.
- Tetap Terhidrasi, air kemasan tersegel dan air yang sudah dididihkan membantu Anda menghindari kehilangan cairan.
- Garam Rehidrasi Oral, ORS adalah pertolongan pertama terbaik ketika kehilangan cairan cukup banyak. Anda bisa pergi ke farmasi atau apotek di Bali.
- Kasus Ringan, Minuman Ringan, jangan minum soda manis dalam jumlah banyak, tetapi minuman olahraga boleh.
- Makan Sedikit dan Polos, Anda akan kehilangan nafsu makan, tetapi tubuh Anda tetap membutuhkan asupan. Cobalah makan roti panggang, pisang, atau nasi dalam porsi kecil.
- Istirahat, jangan pernah berenang saat Anda diare agar kuman tidak menyebar ke orang lain.
Cara Mencegah Bali Belly Selama Perjalanan Anda
Kami membagi tips pencegahan Bali belly ke dalam beberapa jenis sesuai kebutuhan Anda.
Cara Mencegah Bali Belly Sebelum Anda Terbang
Beberapa minggu sebelum keberangkatan, temui dokter perjalanan Anda dan tanyakan tentang vaksin Hepatitis A dan tifoid. Untuk perjalanan, bawalah kotak obat kecil yang berisi ORS, pembersih tangan yang mengandung alkohol 60%, termometer, dan obat apa pun dari dokter Anda. Tanyakan obat Bali belly mana yang sesuai dengan riwayat kesehatan Anda.
Pencinta Makanan Kaki Lima atau Backpacker
Makanan dari pedagang kaki lima meningkatkan risiko gejala Bali belly. Pilih warung yang ramai, tempat makanan Anda dimasak di depan mata dan disajikan dalam keadaan panas mengepul. Hindari daging dan makanan laut yang mentah atau kurang matang. Selalu bawa pembersih tangan Anda.
Menginap di Resor atau untuk Bulan Madu
Waspadai makanan lembap yang dibiarkan pada suhu ruang, seperti hidangan prasmanan dan saus. Selalu pilih hidangan segar yang disajikan panas.
Aktivitas Luar Ruangan
Seharian beraktivitas di luar ruangan, seperti berselancar, membuat Anda lebih sering menelan air laut dan lebih jarang mencuci tangan. Bawalah air kemasan, jaga mulut tetap tertutup saat mandi, dan hindari berenang setelah hujan deras.
Digital Nomad
Bagi Anda yang menghabiskan lebih banyak minggu di Bali, artinya lebih banyak waktu makan dan lebih banyak aktivitas. Luangkan lebih banyak waktu untuk memasak makanan sendiri. Setelah 2 minggu, jika tinja Anda masih encer, temui dokter untuk pemeriksaan tinja.
Perjalanan Keluarga
Anak-anak dapat mengalami dehidrasi dengan cepat, sehingga gejala Bali belly pada anak memerlukan penanganan segera. Mulailah memberi ORS pada buang air besar encer yang pertama, gunakan air kemasan untuk susu formula dan menyikat gigi, dan cuci tangan sebelum makan. Jangan memberikan bismut subsalisilat kepada anak kecil, dan tanyakan kepada dokter anak sebelum menggunakan obat Bali belly lainnya.
Kapan Harus ke Dokter
Sebagian besar gejala Bali belly mereda dalam beberapa hari. Namun, kami menyarankan orang dewasa untuk menemui dokter jika:
- Diare berlangsung lebih dari dua hari
- Anda mengalami dehidrasi: mulut sangat kering, buang air kecil sedikit, pusing, atau rasa haus yang ekstrem
- Anda mengalami nyeri perut atau dubur yang parah
- Tinja Anda berdarah atau berwarna hitam
- Demam Anda di atas 102°F (39°C)
Bertindaklah lebih awal untuk anak-anak, lansia, dan siapa pun dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, karena dehidrasi menjadi berbahaya lebih cepat pada kelompok ini. Demam disertai gejala perut juga dapat menunjukkan infeksi lain, seperti tifoid, sehingga sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Di Rumah Sakit Lira Medika Bali, Klinik Penyakit Dalam kami menangani penyakit tropis dan infeksi. Laboratorium kami di lokasi menjalankan pemeriksaan secara internal, sehingga dokter Anda dapat menyesuaikan pengobatan Bali belly tanpa menunggu laboratorium luar, dan apotek rumah sakit kami mendukung rencana pengobatan Anda.
Nikmati Bali Tanpa Takut pada Bali Belly
Bali belly memang umum, tetapi dapat diatasi. Kini Anda tahu apa itu Bali belly, bagaimana rasanya, dan kapan perlu ke dokter, dan Anda tahu bahwa kebiasaan yang hati-hati menurunkan risiko Anda tanpa pernah menghilangkannya sepenuhnya.
Jika Anda merasa tidak enak badan, atau menginginkan rencana sebelum perjalanan untuk pengobatan dan pencegahan Bali belly, tim kami di Rumah Sakit Lira Medika Bali di Kerobokan, Canggu, siap membantu. Buat janji temu.
Temukan dokter atau tanyakan tentang paket Tropical & Travel Essentials kami. Dalam keadaan darurat, hubungi layanan 24/7 kami di +62 851-1759-7077.
Kategori
